23 desember 2014
Sebuah perjalanan yg sangat menguras tenaga,bagaimana tidak sepanjang perjalanan hanya duduk dan tidur,di tambah dinginnya ac bus.
Ya pada hari itu tepatnya hari rabu yg melelahkan.
Ane seorang diri melakukan perjalanan jauh alias mudik,cielahh...
Jam 12 siang dengan langkah gontai ane jalan menuju halte trans jogja,dari kost ke halte ngga sampe 5 menit ane udah di sambut mba" nan cantik.
"Mba klo mau ke jombor naik nomor nerapa aja" dengan nada elegan ane bertanya
"Dari sini naik dulu,nanti turun di depan hotel dot,trus ganti nomor 1A arah kota,turun di bethesda,lalu ganti lagi nomor 2A,nah itu langsung ke arah jombor" jawab mba penjaga halte sambil menjelaskn.
"Oke makasih mba" sambil ane bayar ongkos 4000.
Tau ngga dari halte itu ke jombor membutuhkan waktu 2jam.
Hampir tertinggal bus,karna bus melayani hingga jam 2 siang.
Akhirnya dapat bus putera remaja,eh buset tiketnya melonjak jadi 390rb..
Perjalanan yg sangat membosankan bokong ane sampe teriak" Minta perlindungan ke pbb,minta pembebasan behaha..
Dan akhirnya ane nulis di blog ini dengan elegan..
"Kecup kening :*
Kamis, 25 Desember 2014
Sabtu, 20 Desember 2014
Sabtu 20 desember 2014...
Hari ini ane melakukan perjalan dari jogja menuju banjarnegara dengan mengendarai sepeda motor,ya ane mulai dari jam 9.
Suara jeritan kenalpot kendaraan dan getaran roda kendaraan pun jadi santapan di jalanan.
Jogja pagi ini sangat padat,ya setiap hari jogja padat dengan jutaan makhluk hidup yg penasaran dengan sudut kota gudeg ini,hari ini dan 2 minggu yg akan kendatang adalah hari libur anak sekolah sekaligus hari libur natalan,ya otomatis jalanan jogja padat metayap.
Dengan mengendarai motor ane nikmati jalanan jogja,sunggu padat,bawaannya hanya emosi,bisa di bayangkan bagaimana jalanan di jakarta yg konon lalu lintasnya bagaikan rambut kusut,ya ane pernah menikmati macet nya kota metropolitan,sungguh terlalu mereka dijalanan hanya mementingkan ego,saling salip tanpa melihat kendaraan lain,dan sabar hanyalah mitos belaka.
Kembali ke cerita awal.
Di jalanan menuju magelang dari jogja,jalanan magelang sekarang sudah jelek akibat kendaraan angkut pasir,ya jalanannya sekarang banyak yg bolong.
Jam 10.30 ane nyampe temanggung dengan disambut hujan yg deras,ya mau bagaimana lagi, ane lahap jalan basah itu dengan hati-hati.
Cuss sampai di kretek sebelum ajan dzuhur,di kretek ane di tunggu adek ane ngejemput kita berdua balapan di jalanan wonosobo hehehe...
What?????
Hujan deras pun ikut mengguyur jalanan wonosobo,padahal tadinya sangatlah cerah...
Fiuhhh ane akui jalanan wonosobo lebih horor dari jalanan magelang,sebab ane udah pernah jatoh di jalanan wonosobo,entah kenapa ane bisa jatoh.
Akhirnya sampai di wilayah banjatnegara,kita berdua ngga langsung pulang begitu saja,karna cuaca yg masih hujan,jadi ane putuskan untuk berteduh di pom bensin,kita berdua menikmati hangatnya pop mie wkwkw...
Dan akhirnya ane nulis di blog gembel ini...
Tunggu kisah lainnya,jangan bosan intuk membaca,sebab membaca adalah ilmu
Hari ini ane melakukan perjalan dari jogja menuju banjarnegara dengan mengendarai sepeda motor,ya ane mulai dari jam 9.
Suara jeritan kenalpot kendaraan dan getaran roda kendaraan pun jadi santapan di jalanan.
Jogja pagi ini sangat padat,ya setiap hari jogja padat dengan jutaan makhluk hidup yg penasaran dengan sudut kota gudeg ini,hari ini dan 2 minggu yg akan kendatang adalah hari libur anak sekolah sekaligus hari libur natalan,ya otomatis jalanan jogja padat metayap.
Dengan mengendarai motor ane nikmati jalanan jogja,sunggu padat,bawaannya hanya emosi,bisa di bayangkan bagaimana jalanan di jakarta yg konon lalu lintasnya bagaikan rambut kusut,ya ane pernah menikmati macet nya kota metropolitan,sungguh terlalu mereka dijalanan hanya mementingkan ego,saling salip tanpa melihat kendaraan lain,dan sabar hanyalah mitos belaka.
Kembali ke cerita awal.
Di jalanan menuju magelang dari jogja,jalanan magelang sekarang sudah jelek akibat kendaraan angkut pasir,ya jalanannya sekarang banyak yg bolong.
Jam 10.30 ane nyampe temanggung dengan disambut hujan yg deras,ya mau bagaimana lagi, ane lahap jalan basah itu dengan hati-hati.
Cuss sampai di kretek sebelum ajan dzuhur,di kretek ane di tunggu adek ane ngejemput kita berdua balapan di jalanan wonosobo hehehe...
What?????
Hujan deras pun ikut mengguyur jalanan wonosobo,padahal tadinya sangatlah cerah...
Fiuhhh ane akui jalanan wonosobo lebih horor dari jalanan magelang,sebab ane udah pernah jatoh di jalanan wonosobo,entah kenapa ane bisa jatoh.
Akhirnya sampai di wilayah banjatnegara,kita berdua ngga langsung pulang begitu saja,karna cuaca yg masih hujan,jadi ane putuskan untuk berteduh di pom bensin,kita berdua menikmati hangatnya pop mie wkwkw...
Dan akhirnya ane nulis di blog gembel ini...
Tunggu kisah lainnya,jangan bosan intuk membaca,sebab membaca adalah ilmu
Senin, 15 Desember 2014
hari ini..
Hari ini selasa 16 desember 2014.
Entah kenapa rasanya tidak tenang sekali pikiran in
i,ya aku baru ingat ada tugas dari mayor untuk meresume dari pertemuan pertama hingga terakhir.
Sialnya disuruh meresume dengan menulis tangan,sungguh terlalu.
Tapi aku sangat setuju kalau tugas di tulis tangan,karena kalau di ketik dengan santainya tinggal copas hehe.
Kembali ke awal cerita...
Ya pagi ini aku bangun tidur dengan kepala berat sebelah alias pusing bagaimana tidak belum sehuruf pun aku menulis tugas dari sang mayor.
Tanpa berpikir panjang aku tegakan kepala dan badan,yak aku pergi kekamar mandi,dan yg namanya mandi adalah hal terlaknat menurutku.
Jujur saja aku ke kampus jarang mandi,oh iya kalau ada teman kampus mu yg harum pake banget itu agaknya dia tidak mndi wkwkw
Pukul 8 aku selesai dan rapih cus menuju atm,ya aku ngambil uang dulu buat membeli bensin,sialnya setelah mengambil uang di atm,ini motor laknat banget starternya ngga hidup,mau ngga mau dengan elegannya menyalakan motor dari kaki,butuh 2 menit sebab motornya ngambek,bangsat emang behh..
Setelah kejadian laknat tersebut aku menuju pom bensin.
Disana aku disambut mas petugas.
Horang kayah duitnya banyak banget di tangan wkwkw
"Mas isi 20rb dibungkus ya"
"Oke mas,dimulai dari nol"
"Mas di bungkus mass,jangan di tuang ke tangki"
" kamu mau di bakar ya"
Ternyata mas petugasnya ngamuk sambil ngajungin korek api yg ada gambar 3 anak laknat wkwkw
Pukul 9 ane langsung ke perpus dan ini sekarang lagi nulis di blog
Salam anak rajin yg doyan baca
Sini cium
Entah kenapa rasanya tidak tenang sekali pikiran in
i,ya aku baru ingat ada tugas dari mayor untuk meresume dari pertemuan pertama hingga terakhir.
Sialnya disuruh meresume dengan menulis tangan,sungguh terlalu.
Tapi aku sangat setuju kalau tugas di tulis tangan,karena kalau di ketik dengan santainya tinggal copas hehe.
Kembali ke awal cerita...
Ya pagi ini aku bangun tidur dengan kepala berat sebelah alias pusing bagaimana tidak belum sehuruf pun aku menulis tugas dari sang mayor.
Tanpa berpikir panjang aku tegakan kepala dan badan,yak aku pergi kekamar mandi,dan yg namanya mandi adalah hal terlaknat menurutku.
Jujur saja aku ke kampus jarang mandi,oh iya kalau ada teman kampus mu yg harum pake banget itu agaknya dia tidak mndi wkwkw
Pukul 8 aku selesai dan rapih cus menuju atm,ya aku ngambil uang dulu buat membeli bensin,sialnya setelah mengambil uang di atm,ini motor laknat banget starternya ngga hidup,mau ngga mau dengan elegannya menyalakan motor dari kaki,butuh 2 menit sebab motornya ngambek,bangsat emang behh..
Setelah kejadian laknat tersebut aku menuju pom bensin.
Disana aku disambut mas petugas.
Horang kayah duitnya banyak banget di tangan wkwkw
"Mas isi 20rb dibungkus ya"
"Oke mas,dimulai dari nol"
"Mas di bungkus mass,jangan di tuang ke tangki"
" kamu mau di bakar ya"
Ternyata mas petugasnya ngamuk sambil ngajungin korek api yg ada gambar 3 anak laknat wkwkw
Pukul 9 ane langsung ke perpus dan ini sekarang lagi nulis di blog
Salam anak rajin yg doyan baca
Sini cium
Jumat, 05 September 2014
Ini ketika saya berlibur dikampung halaman saya tercinta dilampung...
Suasn kaut disana sangat bagus dan bersih...
Lampung memiliki pendapatan asli daerah yg berasal dari bahari dan hasil alam seperti pisang kopi dll
Pantai dilampung sangat terjaga keasriannya,siapa saja yg pernah kesana pasti akan kembali lagi untuk mengunjunginya..
Ada
Suasn kaut disana sangat bagus dan bersih...
Lampung memiliki pendapatan asli daerah yg berasal dari bahari dan hasil alam seperti pisang kopi dll
Pantai dilampung sangat terjaga keasriannya,siapa saja yg pernah kesana pasti akan kembali lagi untuk mengunjunginya..
Ada
Selasa, 03 September 2013
yang tidak engkau tau sebenarnya
Mungkin engkau tak percaya. Aku bukan sekedar mencintaimu, tapi aku juga
memilihmu. Karena aku meyakini bahwa engkau anugerah dariNya. Tak
pernah namamu tak hadir dalam hari-hariku. Namamu, selalu tersebut dalam
lima waktuku. Juga dzikirku. Di mana saja kapan saja aku mengingatmu.
Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Tahajudku adalah tangisku untukmu.
Bermunajat tentangmu adalah pereda kegundahan hatiku. Adakah orang lain
yang menangis untukmu seperti aku? Adakah orang lain yang menyebut
namamu dalam doa sesering aku menyebut namamu dalam doaku? Adakah orang
lain yang memintakan kebaikan untukmu sesering aku memintakan kebaikan
untukmu dalam setiap doaku? Adakah orang lain yang menangisi buah hatimu
seperti aku menangis karena mengkhawatirkan masa depan mereka dan
meminta agar mereka menjadi generasi yang dicintaiNya? Apakah ada wanita
lain yang juga menangis seperti aku menangis? Itulah caraku
mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Aku selalu mengkhawatirkanmu. Aku selalu
ingin tahu keadaanmu. Dan itu bukan mauku. Dan itu bukan karena
posesifku. Dan itu bukan karena aku tak percaya kamu. Adalah naluriku
untuk memastikan bahwa orang yang aku cintai baik-baik saja. Aku tak
bisa menjelaskan mengapa demikian karena aku juga tak mampu menjelaskan
mengapa seorang Ibu begitu menyayangi anak-anaknya dan rela berkorban
untuk kepentingan anak-anaknya. Yang aku tahu, itulah cinta. Dan itulah
caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Hingga hari ini, aku masih setia mengirimkan
doa untukmu. Juga untuk anak-anakmu. Aku mencintai mereka karena aku
mencintaimu. Aku tidak tahu sampai kapan namamu akan kusebut dalam
hari-hariku. Pada waktu tertentu, aku merasa harus berhenti menyebut
namamu. Aku perih mengetahui tentang cintamu pada wanita lain. Aku pedih
mengetahui engkau ternyata juga mencintai yang lain. Aku sakit membaca
puisimu seolah aku tak berharga dan tak memberi makna apa-apa untukmu.
Aku terluka karena aku yakin wanita itu tak menangis dalam sujudnya
seperti sesering aku menangis dalam sujudku untuk memintakan kebaikan
dan pertolonganNya untukmu. Tapi aku ternyata kalah berharga. Aku tak
ingin cemburu. Tapi aku harus mengakui bahwa aku terluka…
Kita sudah di persimpangan jalan. Kita berpisah di sini. Jalan kita
berbeda. Tuhan mungkin ingin menguji keyakinanku tentang kekuatan doa.
Tak apa. Aku yakin, waktu akan memampukan aku untuk memahami cinta yang
tak kumengerti ini. Aku yakin, cinta yang kucari akan menuntunku pada
cinta sejatiku. Tanpa rinai air mata. Aku hanya ingin engkau tahu dan
kelak mengenangku sebagai wanita yang mencintaimu dengan cara berbeda.
Dan itulah caraku mencintaimu…
*Rinai air mata untuk sahabat jiwa. Semoga engkau menemukan apa yang engkau cari. Insya Allah, Allah akan menjagamu
Mungkin engkau tak percaya. Dhuhaku adalah doaku
pengantar harimu. Seringkali ada tangis yang menitik karena memohon
padaNya untuk memudahkan urusanmu dan melapangkan rezeki untukmu hari
itu. Dalam dhuhaku, juga ada doa untuk buah hatimu agar mereka
dipahamkan ilmu dan terlindungi dari segala ketidakbaikan pada hari itu.
Dhuha-dhuhaku adalah pengiring hari-harimu dan anak-anakmu. Aku selalu
mengusahakan untuk tidak meninggalkan dhuha, salah satunya adalah agar
aku tenang karena telah menitipkan engkau kepada sebaik-baiknya Penjaga.
Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Al-Qur’anmu adalah
teman setiaku. Aku menggunakannya dalam tilawah harianku. Aku selalu
pinta padaNya, setiap kali aku menggunakan Al-Quranmu, Dia berkenan
mengalirkan pahala yang tak putus untukmu yang telah membelikannya
untukku. Dalam doa sebelum dan sesudah membaca Al-Qur’an, selalu aku
baca dengan terbata sambil membayangkan wajahmu. Aku berharap doa itu
juga tersampaikan untukmu. Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Aku mampu tak putus
mengirimkan Al-Fatihah ketika engkau sedang menghadapi ujian. Bahkan
ketika aku sedang terkantuk dan lelah atau memikirkan yang lain, hati
dan pikirku seolah tak berhenti membaca Al-Fatihah untukmu. Aku pun
terkejut dengan itu. Cinta ternyata memampukanku. Aku tak hanya meminta
kemudahan dan kelancaran serta pencerahan untukmu, tapi aku juga minta
yang terbaik yang diputuskan Allah untuk hasilmu. Karenanya, ketika
kegagalan yang engkau peroleh dalam pandangan manusia, aku meyakininya
bahwa itu adalah yang terbaik untukmu. Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Bahwa aku tak selalu
percaya dengan kata-katamu. Aku juga tak selalu percaya
tulisan-tulisanmu. Tapi, aku percaya pada matamu. Matamu jujur. Tak bisa
berdusta. Dari tatapanmulah aku bisa mengetahui kebenaran, kesungguhan,
dan mungkin dalih buatanmu. Aku juga percaya mata batinku. Bahwa kamu
sakit. Bahwa kamu kesepian. Bahwa hatimu rapuh. Bahwa hatimu menangis.
Tapi kamu tak sudi menunjukkannya kepadaku. Kamu lebih memilih
menyakitiku dan membiarkan aku merasa tak dicintai. Kamu lebih memilih
bercengkerama berhahahihi di jejaring sosial sebagai bukti eksistensi
diri. Ataukah itu sesungguhnya adalah pelampiasan diri?
Mungkin engkau tak percaya. Aku sangat percaya
dengan kekuatan doaku. Karena aku merasa, Tuhan tidak pernah tidak
menjawab doaku. Terkadang, Ia mengabulkan permintaanku dalam waktu yang
panjang. Mungkin Ia hendak menguji kesabaran dan kesungguhanku akan
kekuatan doa. Ya, tidak semua permintaanku dikabulkanNya, tapi Ia
selalu memberiku pemahaman dan menggantikan permintaanku dengan yang
lebih baik. Seringkali pula, sesuatu yang tak pernah kupinta tapi
terlintas dalam pikiranku, Ia dalam sekejap mewujudkannya. Seringkali
pula, doaku seolah tak digubrisNya, tetapi waktu memampukan aku untuk
memahami bahwa itulah yang ternyata terbaik untukku. Aku selalu
prasangka baik padaNya. Aku yakin, Ia mengabulkan dan memahamkan aku
bukan karena aku istimewa, melainkan karena kasih sayangNya melihat aku
menangis dalam doa. Dan itu bukan karena aku kurang ajar, seperti
katamu, seolah aku mampu mendikte Tuhan. Ah, tidak… tidak… Aku bukan
wanita suci. Aku wanita biasa yang seringkali lemah iman dan juga mampu
berbuat khilaf. Aku juga memperoleh ujian kehidupan dariNya. Aku juga
seringkali memperoleh teguran dariNya. Tapi, lagi-lagi aku selalu merasa
Tuhan mencintaiku karena Dia tak pernah tak menjawab doaku. Dia tak
pernah tak memahamkan aku. Karenanya…. Ketika sesuatu terjadi dengan
dirimu, aku selalu bertanya padaNya, apakah yang terjadi padamu ada
kaitannya dengan doa-doaku? Ketika engkau memperoleh kebahagiaan, aku
bertanya padaNya apakah ada doaku di sana yang membuatNya memberi
kebahagiaan padamu? Ketika engkau memperoleh kesedihan, aku juga
bertanya padaNya apakah ada curahan hatiku yang membuatNya menegurmu?
Aku bertanya karena aku tahu, begitu banyak namamu sering kusebut dalam
doaku. Ketika engkau melukaiku, Dia adalah pendengar setiaku…
Mungkin engkau masih tak percaya. Bahwa aku
mencintaimu melebihi apa yang engkau tahu. Tapi… Mungkin aku harus
mencoba berhenti menyebut namamu. Karena doaku akan selalu menjadi
pengikat hatiku padamu. Aku mencoba berhenti. Tapi aku belum bisa
berhenti. Karena aku yakin belum ada orang yang menyebutkan namamu
sesering aku menyebut namamu dalam setiap lantunan jiwaku yang mendekat
padaNya. Karena aku yakin belum ada orang yang mengingatmu sesering aku
mengingat bayanganmu dalam setiap lantunan lagu hatiku ketika menangis
padaNya. Karena aku yakin engkau takkan mengemis meminta pertolonganNya
untukmu seperti aku mengemis meminta pertolonganNya untukmu. Tapi…
mungkin aku harus segera berhenti menyebut namamu. Karena aku tak ingin
mengikat hatimu padaku. Aku lepaskan ikatan hati ini agar engkau dapat
memilih tambatan jiwamu… jalanmu… seperti engkau berkeras untuk
membiarkan aku tersakiti dengan caramu membiarkan aku merasa tak
dicintai…
Rabu, 12 Juni 2013
AKU INGIN YOGYA KU MEMPERTAHANKAN BUDAYA DAN TEMPAT BERSEJARAH
Hampir 1 tahun aku sudah menetap di yogyakarta,sebagai
pendatatang dari jutaan orang yang singgah di yogyakarta,mungkin memberi kesan
tersendiri di benak masing-masing,bagi ku yogyakarta adalah kota yang ramah,santun
dan bersih.
Aku paling kagum dengan tempat bersejarah di
yogyakarta,yogyakarta dulu juga sempat menjadi ibukota republik indonesia waktu
itu di Karenakan situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin
memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan
menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota.
Meninggalkan Sutan Syahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta.
jadi banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang harus di pertahankan keasliannya sebagai bukti bahwa yogyakarta bisa membuat sejarah tersendiri
Aku ingin yogyakarta tetap mempertahankan sebagai pusat
budaya dan sejarah.ya di yogyakarta mungkin bekas peninggalan sejarahnya yang
paling lengkap.
Aku hanya ingin yogyakarta tetap mempertahankan budaya dan tempat
peningalan bersejarah
YOGYA NEVER ENDING ASIA ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)





