Minggu, 01 Februari 2015

5 hari yang penuh dengan kegalauan

ini adalah sebuah bangunan berlantai empat,terletak di sebuah perkotaan.
ya  ini salah satu bangunan sebuah fakultas yang konon penuh dengan mahasiswa cakep-cakep.
disini saya mencoba peruntungan dengan bersemadi berharap mendapatkan wangsit.

....
 senin,tepatnya  minggu lalu pertengahan januari.......
dengan basmallah aku memulai perjalanan lampung jogja,untuk menyelesaikan sebuah masalah yang menurutku adalah sebuah kebangsatan.
disepanjang perjalanan aku tidak bisa menikmati suasana bus yang nyaman ini,kali ini pikiran ku kacau,berantakan dan galau.
akhirnya dengan niat aku putuskan untuk memejamkan mata sepanjang perjalan.

......
selasa, tepatnya minggu lalu pertengahan januari...

alhamdullilah aku sampai diterminal jombor dengan keadaan lengkap tanpa ada yang tertinggal di dalam bus.
entah kenapa setelah turun dari bus langkah kaki ini ingin sekali menjamah toilet hahaha..
aku sepanjang perjalanan memutuskan untuk tidak membuang air kecil,akhirnya kulampiskan di lubang khusus para pria membuang hajat hehehe..
setelah keluar dari toilet pikiranku kembali bimbang,kenapa aku merasa asing dikota ini,yang sebenarnya sudah lama aku kenal..
pukul 2 siang aku sampai dikampus dalam keadaan lapar.
hampir 2 jam aku menunggu dosen yang katanya sedang keluar sebentar,oke aku bersabar menunggu kehadirannya..
sambil mendownload game..
tiba-tiba aku berfikir ini sudah mau menunjukan pukul 4,yang artinya aktivitas sebagaian kampus akan berakhir.
tanpa berpikir panjang aku sms dosen
assalamualaikum,pak saya mau konsultasi"
tidak beberapa lama..
"besok saja menghadap saya,saya sudah pulang''

rasanya ingin berteriak di telinga dosen yang mengkonformasi tanpa dosa...

...
rabu,tepatnya minggu lalu pertengahan bulan januari...

pagi itu dalam keadaan kurang tidur aku menghadap dosen
aku menunggu dosen dari jam 9  pagi sampai ,itu karna banyak kakak tingkat yang menghadap kedosen,antri brohhh
tepat jam 1 aku mencurahkan isi hati kedosen tersebut
30 menit aku ngomong panjang lebar,ternyata pihak kampus tidak memberikan dispensasi,yasudah aku pasrah..

malam itu kau terbangun tepatnya pukul 8 malam,ya waktu itu aku tidur sore hari,karena tidak menerima kenyataan tersebut.
malam itu aku mendapatkan sms agar membuka akun facebook,tanpa berpikir panjang aku buka akun facebook ku,ternyata temanku memberitahukan bahwa pihak kampus,dari sangrektor memberikan dispensasi..
malam itu aku kembali bahagia...

...

kamis,tepatnya menuju akhir bulan..
dengan wajah berseri aku menuju kampus.
yak ternyata aku harus menunggu lebih lama dari sebelumnya yaitu dari jam 9 sampai jam 4 sore..
waktu jam 4 aku sms,ternyata dosen yang ku cari sudah pulang kesarangnya
bahkan aku sempat berpikir..
tuhan saja mempermudah umatnya,kenapa dosen mempersulit mahasiswanya.
akhirnya aku putuskan untuk kembali ke kost,...
diperjalanan aku sempat mengisi perut yang sedang didemo para cacing kelaparan.
aku mampir keburjo yang menurut aku harga makanan sama pelayanan sangat mengecewakan haha..
rasanya ingin muntah jika aku melihat pelayannya mba-mba burjobagaimana tidak mual,bedak dimuka sama warna lehernya bagaikan zebra dan juga pake celana ketat mempertontonkan bokongnya,ini mau makan apa mau liat atraksi zebra x_X

...

jumat ,tepatnya satu hari sebelum bulan januari berakhir...
ini merupakan hari penentu
jam 8.30 aku menuju kampus tercinta,aku menuju prodi untuk meminta tanda tangan
ya dosen yang kemaren pulang seenak udel,hanya menandatangi berkas ku tidak kurang dar 5 detik,ini sebuah kebangsatan, KEMANA AJA KEMAREN?
setelah mendapat tandatangan aku menuju ruang TU,disini kebangsatan mulai terlihat,aku harus menunggu hingga pukul 11 siang,padahal pukul 11 adalah batas akhir pengumpulan berkas.
sekian lama aku menunggu dibangku panas,akhirnya aku diperbolehkan masuk,ya aku masuk kesebuah ruangan seseorang yg mempunya jabatan.
disitu saya ditanya panjang lebar,lalu dengan senyum kecut aku balas dengan sedikit emosi "BAPAK YANG KEMANA AJA?"
Tanpa ingin memperpanjang masalah aku menuju sebuah gedung untuk menentukan nasib berkas yang aku pegang.
ternyata sebuah penolakan karna aku melewati batas yg sudah di tentukan

setelah penolakan tersebuat,akuputuskan untuk pulang kekost,dan mengemas barang..
hingga akhirnya saya menulis di blog gembel ini heehehe

#5HariGalau


Kamis, 25 Desember 2014

bokong ku :(

23 desember 2014
Sebuah perjalanan yg sangat menguras tenaga,bagaimana tidak sepanjang perjalanan hanya duduk dan tidur,di tambah dinginnya ac bus.

Ya pada hari itu tepatnya hari rabu yg melelahkan.
Ane seorang diri melakukan perjalanan jauh alias mudik,cielahh...

Jam 12 siang dengan langkah gontai ane jalan menuju halte trans jogja,dari kost ke halte ngga sampe 5 menit ane udah di sambut mba" nan cantik.
"Mba klo mau ke jombor naik nomor nerapa aja" dengan nada elegan ane bertanya
"Dari sini naik dulu,nanti turun di depan hotel dot,trus ganti nomor 1A arah kota,turun di bethesda,lalu ganti lagi nomor 2A,nah itu langsung ke arah jombor" jawab mba penjaga halte sambil menjelaskn.
"Oke makasih mba" sambil ane bayar ongkos 4000.

Tau ngga dari halte itu ke jombor membutuhkan waktu 2jam.

Hampir tertinggal bus,karna bus melayani hingga jam 2 siang.

Akhirnya dapat bus putera remaja,eh buset tiketnya melonjak jadi 390rb..

Perjalanan yg sangat membosankan bokong ane sampe teriak" Minta perlindungan ke pbb,minta pembebasan behaha..

Dan akhirnya ane nulis di blog ini dengan elegan..
"Kecup kening :*

Sabtu, 20 Desember 2014

Sabtu 20 desember 2014...
Hari ini ane melakukan perjalan dari jogja menuju banjarnegara dengan mengendarai sepeda motor,ya ane mulai dari jam 9.
Suara jeritan kenalpot kendaraan dan getaran roda kendaraan pun jadi santapan di jalanan.
Jogja pagi ini sangat padat,ya setiap hari jogja padat dengan jutaan makhluk hidup yg penasaran dengan sudut kota gudeg ini,hari ini dan 2 minggu yg akan kendatang adalah hari libur anak sekolah sekaligus hari libur natalan,ya otomatis jalanan jogja padat metayap.
Dengan mengendarai motor ane nikmati jalanan jogja,sunggu padat,bawaannya hanya emosi,bisa di bayangkan bagaimana jalanan di jakarta yg konon lalu lintasnya bagaikan rambut kusut,ya ane pernah menikmati macet nya kota metropolitan,sungguh terlalu mereka dijalanan hanya mementingkan ego,saling salip tanpa melihat kendaraan lain,dan sabar hanyalah mitos belaka.
Kembali ke cerita awal.
Di jalanan menuju magelang dari jogja,jalanan magelang sekarang sudah jelek akibat kendaraan angkut pasir,ya jalanannya sekarang banyak yg bolong.
Jam 10.30 ane nyampe temanggung dengan disambut hujan yg deras,ya mau bagaimana lagi, ane lahap jalan basah itu dengan hati-hati.
Cuss sampai di kretek sebelum ajan dzuhur,di kretek ane di tunggu adek ane ngejemput kita berdua balapan di jalanan wonosobo hehehe...
What?????
Hujan deras pun ikut mengguyur jalanan wonosobo,padahal tadinya sangatlah cerah...
Fiuhhh ane akui jalanan wonosobo lebih horor dari jalanan magelang,sebab ane udah pernah jatoh di jalanan wonosobo,entah kenapa ane bisa jatoh.

Akhirnya sampai di wilayah banjatnegara,kita berdua ngga langsung pulang begitu saja,karna cuaca yg masih hujan,jadi ane putuskan untuk berteduh di pom bensin,kita berdua menikmati hangatnya pop mie wkwkw...

Dan akhirnya ane nulis di blog gembel ini...

Tunggu kisah lainnya,jangan bosan intuk membaca,sebab membaca adalah ilmu

Senin, 15 Desember 2014

hari ini..

Hari ini selasa 16 desember 2014.
Entah kenapa rasanya tidak tenang sekali pikiran in
i,ya aku baru ingat ada tugas dari mayor untuk meresume dari pertemuan pertama hingga terakhir.
Sialnya disuruh meresume dengan menulis tangan,sungguh terlalu.
Tapi aku sangat setuju kalau tugas di tulis tangan,karena kalau di ketik dengan santainya tinggal copas hehe.
Kembali ke awal cerita...
Ya pagi ini aku bangun tidur dengan kepala berat sebelah alias pusing bagaimana tidak belum sehuruf pun aku menulis tugas dari sang mayor.
Tanpa berpikir panjang aku tegakan kepala dan badan,yak aku pergi kekamar mandi,dan yg namanya mandi adalah hal terlaknat menurutku.
Jujur saja aku ke kampus jarang mandi,oh iya kalau ada teman kampus mu yg harum pake banget itu agaknya dia tidak mndi wkwkw

Pukul 8 aku selesai dan rapih cus menuju atm,ya aku ngambil uang dulu buat membeli bensin,sialnya setelah mengambil uang di atm,ini motor laknat banget starternya ngga hidup,mau ngga mau dengan elegannya menyalakan motor dari kaki,butuh 2 menit sebab motornya ngambek,bangsat emang behh..

Setelah kejadian laknat tersebut aku menuju pom bensin.
Disana aku disambut mas petugas.
Horang kayah duitnya banyak banget di tangan wkwkw
"Mas isi 20rb dibungkus ya"
"Oke mas,dimulai dari nol"
"Mas di bungkus mass,jangan di tuang ke tangki"
" kamu mau di bakar ya"
Ternyata mas petugasnya ngamuk sambil ngajungin korek api yg ada gambar 3 anak laknat wkwkw

Pukul 9 ane langsung ke perpus dan ini sekarang lagi nulis di blog

Salam anak rajin yg doyan baca
Sini cium

Jumat, 05 September 2014

Ini ketika saya berlibur dikampung halaman saya tercinta dilampung...
Suasn kaut disana sangat bagus dan bersih...
Lampung memiliki pendapatan asli daerah yg berasal dari bahari dan hasil alam seperti pisang kopi dll
Pantai dilampung sangat terjaga keasriannya,siapa saja yg pernah kesana pasti akan kembali lagi untuk mengunjunginya..
Ada

Selasa, 03 September 2013

yang tidak engkau tau sebenarnya

Mungkin engkau tak percaya. Aku bukan sekedar mencintaimu, tapi aku juga memilihmu. Karena aku meyakini bahwa engkau anugerah dariNya. Tak pernah namamu tak hadir dalam hari-hariku. Namamu, selalu tersebut dalam lima waktuku. Juga dzikirku. Di mana saja kapan saja aku mengingatmu. Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Dhuhaku adalah doaku pengantar harimu. Seringkali ada tangis yang menitik karena memohon padaNya untuk memudahkan urusanmu dan melapangkan rezeki untukmu hari itu. Dalam dhuhaku, juga ada doa untuk buah hatimu agar mereka dipahamkan ilmu dan terlindungi dari segala ketidakbaikan pada hari itu. Dhuha-dhuhaku adalah pengiring hari-harimu dan anak-anakmu. Aku selalu mengusahakan untuk tidak meninggalkan dhuha, salah satunya adalah agar aku tenang karena telah menitipkan engkau kepada sebaik-baiknya Penjaga. Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Al-Qur’anmu adalah teman setiaku. Aku menggunakannya  dalam tilawah harianku. Aku selalu pinta padaNya, setiap kali aku menggunakan Al-Quranmu, Dia berkenan mengalirkan pahala yang tak putus untukmu yang telah membelikannya untukku. Dalam doa sebelum dan sesudah membaca Al-Qur’an, selalu aku baca dengan terbata sambil membayangkan wajahmu. Aku berharap doa itu juga tersampaikan untukmu. Itulah caraku mencintaimu.


Mungkin engkau tak percaya. Tahajudku adalah tangisku untukmu. Bermunajat tentangmu adalah pereda kegundahan hatiku. Adakah orang lain yang menangis untukmu seperti aku? Adakah orang lain yang menyebut namamu dalam doa sesering aku menyebut namamu dalam doaku? Adakah orang lain yang memintakan kebaikan untukmu sesering aku memintakan kebaikan untukmu dalam setiap doaku? Adakah orang lain yang menangisi buah hatimu seperti aku menangis karena mengkhawatirkan masa depan mereka dan meminta agar mereka menjadi generasi yang dicintaiNya? Apakah ada wanita lain yang juga menangis seperti aku menangis? Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Aku mampu tak putus mengirimkan Al-Fatihah ketika engkau sedang menghadapi ujian. Bahkan ketika aku sedang terkantuk dan lelah atau memikirkan yang lain, hati dan pikirku seolah tak berhenti membaca Al-Fatihah untukmu. Aku pun terkejut dengan itu. Cinta ternyata memampukanku. Aku tak hanya meminta kemudahan dan kelancaran serta pencerahan untukmu, tapi aku juga minta yang terbaik yang diputuskan Allah untuk hasilmu. Karenanya, ketika kegagalan yang engkau peroleh dalam pandangan manusia, aku meyakininya bahwa itu adalah yang terbaik untukmu. Itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Bahwa aku tak selalu percaya dengan kata-katamu. Aku juga tak selalu percaya tulisan-tulisanmu. Tapi, aku percaya pada matamu. Matamu jujur. Tak bisa berdusta. Dari tatapanmulah aku bisa mengetahui kebenaran, kesungguhan, dan mungkin dalih buatanmu. Aku juga percaya mata batinku. Bahwa kamu sakit. Bahwa kamu kesepian. Bahwa hatimu rapuh. Bahwa hatimu menangis. Tapi kamu tak sudi menunjukkannya kepadaku. Kamu lebih memilih menyakitiku dan membiarkan aku merasa tak dicintai. Kamu lebih memilih bercengkerama berhahahihi di jejaring sosial sebagai bukti eksistensi diri. Ataukah itu sesungguhnya adalah pelampiasan diri?

Mungkin engkau tak percaya. Aku selalu mengkhawatirkanmu. Aku selalu ingin tahu keadaanmu. Dan itu bukan mauku. Dan itu bukan karena posesifku. Dan itu bukan karena aku tak percaya kamu. Adalah naluriku untuk memastikan bahwa orang yang aku cintai baik-baik saja. Aku tak bisa menjelaskan mengapa demikian karena aku juga tak mampu menjelaskan mengapa seorang Ibu begitu menyayangi anak-anaknya dan rela berkorban untuk kepentingan anak-anaknya. Yang aku tahu, itulah cinta. Dan itulah caraku mencintaimu.
Mungkin engkau tak percaya. Aku sangat percaya dengan kekuatan doaku. Karena aku merasa, Tuhan tidak pernah tidak menjawab doaku. Terkadang, Ia mengabulkan permintaanku dalam waktu yang panjang. Mungkin Ia hendak menguji kesabaran dan kesungguhanku akan kekuatan doa. Ya,  tidak semua permintaanku dikabulkanNya, tapi Ia selalu memberiku pemahaman dan menggantikan permintaanku dengan yang lebih baik. Seringkali pula, sesuatu yang tak pernah kupinta tapi terlintas dalam pikiranku, Ia dalam sekejap mewujudkannya. Seringkali pula, doaku seolah tak digubrisNya, tetapi waktu memampukan aku untuk memahami bahwa itulah yang ternyata terbaik untukku. Aku selalu prasangka baik padaNya. Aku yakin, Ia mengabulkan dan memahamkan aku bukan karena aku istimewa, melainkan karena kasih sayangNya melihat aku menangis dalam doa. Dan itu bukan karena aku kurang ajar, seperti katamu, seolah aku mampu mendikte Tuhan. Ah, tidak… tidak… Aku bukan wanita suci. Aku wanita biasa yang seringkali lemah iman dan juga mampu berbuat khilaf. Aku juga memperoleh ujian kehidupan dariNya. Aku juga seringkali memperoleh teguran dariNya. Tapi, lagi-lagi aku selalu merasa Tuhan mencintaiku karena Dia tak pernah tak menjawab doaku. Dia tak pernah tak memahamkan aku. Karenanya…. Ketika sesuatu terjadi dengan dirimu, aku selalu bertanya padaNya, apakah yang terjadi padamu ada kaitannya dengan doa-doaku? Ketika engkau memperoleh kebahagiaan, aku bertanya padaNya apakah ada doaku di sana yang membuatNya memberi kebahagiaan padamu? Ketika engkau memperoleh kesedihan, aku juga bertanya padaNya apakah ada curahan hatiku yang membuatNya menegurmu? Aku bertanya karena aku tahu, begitu banyak namamu sering kusebut dalam doaku. Ketika engkau melukaiku, Dia adalah pendengar setiaku…


Mungkin engkau tak percaya. Hingga hari ini, aku masih setia mengirimkan doa untukmu. Juga untuk anak-anakmu. Aku mencintai mereka karena aku mencintaimu. Aku tidak tahu sampai kapan namamu akan kusebut dalam hari-hariku. Pada waktu tertentu, aku merasa harus berhenti menyebut namamu. Aku perih mengetahui tentang cintamu pada wanita lain. Aku pedih mengetahui engkau ternyata juga mencintai yang lain. Aku sakit membaca puisimu seolah aku tak berharga dan tak memberi makna apa-apa untukmu. Aku terluka karena aku yakin wanita itu tak menangis dalam sujudnya seperti sesering aku menangis dalam sujudku untuk memintakan kebaikan dan pertolonganNya untukmu. Tapi aku ternyata kalah berharga. Aku tak ingin cemburu. Tapi aku harus mengakui bahwa aku terluka…
Mungkin engkau masih tak percaya. Bahwa aku mencintaimu melebihi apa yang engkau tahu. Tapi… Mungkin aku harus mencoba berhenti menyebut namamu. Karena doaku akan selalu menjadi pengikat hatiku padamu. Aku mencoba berhenti. Tapi aku belum bisa berhenti. Karena aku yakin belum ada orang yang menyebutkan namamu sesering aku menyebut namamu dalam setiap lantunan jiwaku yang mendekat padaNya. Karena aku yakin belum ada orang yang mengingatmu sesering aku mengingat bayanganmu dalam setiap lantunan lagu hatiku ketika menangis padaNya. Karena aku yakin engkau takkan mengemis meminta pertolonganNya untukmu seperti aku mengemis meminta pertolonganNya untukmu. Tapi… mungkin aku harus segera berhenti menyebut namamu. Karena aku tak ingin mengikat hatimu padaku. Aku lepaskan ikatan hati ini agar engkau dapat memilih tambatan jiwamu… jalanmu… seperti engkau berkeras untuk membiarkan aku tersakiti dengan caramu membiarkan aku merasa tak dicintai…

Kita sudah di persimpangan jalan. Kita berpisah di sini. Jalan kita berbeda. Tuhan mungkin ingin menguji keyakinanku tentang kekuatan doa. Tak apa. Aku yakin, waktu akan memampukan aku untuk memahami cinta yang tak kumengerti ini. Aku yakin, cinta yang kucari akan menuntunku pada cinta sejatiku. Tanpa rinai air mata. Aku hanya ingin engkau tahu dan kelak mengenangku sebagai wanita yang mencintaimu dengan cara berbeda. Dan itulah caraku mencintaimu…
*Rinai air mata untuk sahabat jiwa. Semoga engkau menemukan apa yang engkau cari. Insya Allah, Allah akan menjagamu

Rabu, 12 Juni 2013

AKU INGIN YOGYA KU MEMPERTAHANKAN BUDAYA DAN TEMPAT BERSEJARAH



Hampir 1 tahun aku sudah menetap di yogyakarta,sebagai pendatatang dari jutaan orang yang singgah di yogyakarta,mungkin memberi kesan tersendiri di benak masing-masing,bagi ku yogyakarta adalah kota yang ramah,santun dan bersih.

Aku paling kagum dengan tempat bersejarah di yogyakarta,yogyakarta dulu juga sempat menjadi ibukota republik indonesia waktu itu di Karenakan situasi keamanan ibukota Jakarta (Batavia saat itu) yang makin memburuk, maka pada tanggal 4 Januari 1946, Soekarno dan Hatta dengan menggunakan kereta api, pindah ke Yogyakarta sekaligus pula memindahkan ibukota. Meninggalkan Sutan Syahrir dan kelompok yang pro-negosiasi dengan Belanda di Jakarta.

jadi banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang harus di pertahankan keasliannya sebagai bukti bahwa yogyakarta bisa membuat sejarah tersendiri
Aku ingin yogyakarta tetap mempertahankan sebagai pusat budaya dan sejarah.ya di yogyakarta mungkin bekas peninggalan sejarahnya yang paling lengkap.

Aku hanya ingin yogyakarta tetap mempertahankan budaya dan tempat peningalan bersejarah

YOGYA NEVER ENDING ASIA ^_^